Jiran Tetangga..

Allah tahu jodoh yang kita perlukan

Bismillah.

Semua kejadian yang berlaku di atas muka bumi ini termasuklah soal jodoh kita sudah diaturkan Allah swt. Allah swt telah mengatur si fulan hidup sekian sekian sekian, meninggal sekian sekian, rezekinya sekian dan jodohnya akan mendapatkan sekian sekian. Sebahagian tak dapat diikhtiarkan seperti ajal, kita tak boleh ikhtiar untuk menunda ajal atau mempercepatkannya. Sebahagian ada yang harus diikhtiarkan, hukumnya sudah ada. Cuma kita tidak tahu bagaimana dengan takdir yang Allah swt telah tetapkannya. Untuk mendapatkannya perlu kepada ikhtiar untuk meraihnya. Ada sesuatu yang perlu ditempuhi dengan cara ikhtiar. Di antaranya adalah jodoh. Allah swt telah menetapkan jodoh kita, dah diatur oleh Allah swt. Ini yang terbaik untuk kehidupan kamu, tapi Allah swt merahsiakan kepada kita siapa jodoh yang dimaksudkan. Maka kita berikhtiar dan dengan ikhtiar itu ada pahala yang didapatkan.

Ada pahala yang diperoleh, ada kenikmatan dalam mencarinya. Bayangkan nikah kemudiannya tanpa ada pencarian, kita tidak akan merasa nikmatnya taaruf, bagaimana nikmatnya mengenal, bagaimana mencari, bagaimana pahalanya bersabar, bagaimana nikmat berdoa, bagaimana istikharah dalam menentukan jodoh kita, itu semua menghasilkan pahala dalam kehidupan kita. Maka lihat ketentuan Allah swt yang pertama, apapun ikhtiar yang telah kita tempuhi maka semua ikhtiar ini tidak akan keluar dari aturan Allah swt. Kalau sudah menunggu selama 4 tahun tanpa komunikasi, mashaAllah sudah siap melamar, tiba-tiba diambil orang lain. Fokus. Bagaimana cara memahaminya? Perhatikan, ikhtiar yang Allah tetapkan dalam aturan yang dibuat tadi, boleh jadi tidak menyampaikan kepada tujuan yang kita inginkan. Kerana aturan Allah swt ketika ditetapkan, akan bertemu dengan maslahat bagi kehidupan yang kita inginkan.

***
Kadang jalan kehidupan yang telah Allah swt tetapkan, bukan harus menentukan hasil sesuai dengan yang kita inginkan. Tetapi Allah swt tetapkan sesuai dengan apa yang kita perlukan. Allah swt mengabulkan apa yang kita perlukan, bukan apa yang kita inginkan. Ada 3 jenis cara pengabulannya. Satu, jika keperluan sesuai dengan maslahat kehidupan, kita mohon. Maka jika keinginan kita dalam permintaa sesuai dengan keperluan maka segera dikabulkan. Dua, ada yang ketika kita memohon kita belum sanggup mendapatkannya. Boleh jadi bukan Allah swt belum mengabulkan tetapi kita belum sedia buat menerimanya. Contohnya Nabi Muhammad saw berdoa kepada Allah swt agar dipindahkan kiblat dari Masjidil Aqsa ke Masjidil Haram, bila berdoanya? Sejak di Mekah. Saat ke Madinah, dikabulkan. Lebih kurang tiga tahun kemudiannya dikabulkan. Rujuk Surah Al-Baqarah, ayat 144. Kerana pengalihan kiblat baru sesuai dengan keperluan umat Islam pada ketika itu setelah tiga tahun.

***
Surah ke-24, ayat 26.
Yang baik, berjumpa dengan yang baik lagi. Yang kurang baik, bertemu dengan yang kurang baik lagi. Menurut kita dia yang terbaik untuk kita, menurut Allah swt dia bukan yang terbaik untuk kita. Untuk kita ada yang lebih baik lagi. Kalau 4 tahun belum menjadikan kita mendapatkan yang terbaik, tunggu. Kerana yang terbaik itu lebih dari yang mulia akan mendapatkan masa yang cukup panjang. Ketika kita diminta menunggu dalam masa yang cukup lama, sebetulnya bukan masa yang ditunggu. Di sebalik penungguan itu bukankah di situ ada pahala. Kita rajin berdoa, bukankah di doa itu pahalanya. Rajin tahajud, bersabar, kita mohon, kita istighfar, jadi yang diinginkan Allah swt dalam penantian 4 tahun itu, bukan menikah calon yang sekarang. Tapi, mendapatkan pahala yang berlimpah, dan dengan pahala itu kita siapkan diri untuk bimbing pasangan kita berikutnya. Faham? Alhamdulillah..

Tak usah kecewa. Yang keduanya, supaya kita boleh sabar rujuk Al-Quran surah ke-2, ayat 286. Tidak mungkin Allah swt menguji seorang hamba kecuali dia sanggup untuk mengatasinya. Kalau kita hadapi masalah, seberat apapun, yakin kata Al-Quran. Tidak mungkin masalah ini diuji kepada kita, melainkan kita sanggup mengatasinya. Yang lain tidak sanggup sebab itu tidak diuji kepada yang lainnya. Kita sahaja yang mampu, orang lain tidak. Yang ketiga, tetap ikhtiar. Rujuk Al-Quran surah 49, ayat  13. Jangan sampai, tak dapatkan yang tadi yang kita harapkan menjadikan kita putus asa dalam berikhtiar. Cari! Masih banyak perempuan/lelaki atas muka bumi ini. Mustahil tidak ada yang sesuai untuk kita.

Moga bermanfaat. In shaa Allah..
Rujukan : 


Share:

0 comments:

Catat Ulasan

Instagram Life